Game Interaktif: Solusi Seru untuk Meningkatkan Interaksi dan Keterlibatan Siswa dalam Belajar Bahasa Arab
DOI:
https://doi.org/10.54723/jpai.v2i1.306Kata Kunci:
game interaktif, bahasa arab, interaksi siswa, keterlibatan siswaAbstrak
Penggunaan game interaktif dalam pengajaran bahasa Arab sejalan dengan kebutuhan untuk mengembangkan strategi pengajaran yang sesuai dengan era digital. Pengajaran bahasa Arab menjadi lebih menarik dan lebih berhasil dalam mengembangkan kemahiran berbahasa siswa secara keseluruhan ketika game interaktif digunakan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas penggunaan game interaktif dalam meningkatkan interaksi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran Bahasa Arab. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru dan praktisi pendidikan dalam menciptakan suasana belajar yang aktif dan partisipatif. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari tahapan: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Model ini digunakan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan game interaktif dalam meningkatkan interaksi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran Bahasa Arab. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan observasi secara langsung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hanya 60% siswa yang terlibat penuh di kelas selama siklus I, sementara hanya 65% yang berpartisipasi aktif dalam debat dan kegiatan permainan. Angka yang rendah ini disebabkan oleh ketidakmampuan siswa untuk memahami mekanisme permainan dan kekurangan strategi pembelajaran asli. Namun, setelah penyempurnaan pendekatan pada siklus II, keterlibatan kelas melonjak hingga 90% dan partisipasi siswa meningkat hingga 85%. Modifikasi seperti penyederhanaan aturan permainan, menggabungkan penghargaan seperti hadiah dan piala, dan memadukan aspek sosial dan kompetitif semuanya telah berhasil dalam meningkatkan minat dan keterlibatan siswa. Lebih jauh, skor rata-rata siswa pada tes pemahaman bahasa Arab meningkat dari 70 pada siklus I menjadi 85 pada siklus II, yang menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis game interaktif meningkatkan pemahaman kognitif siswa selain keterlibatan sosial dan emosional siswa.