Kesenjangan antara Teori Akademik dan Kebutuhan Praktik Sosial Mahasiswa
DOI:
https://doi.org/10.54723/jpai.v3i1.507Kata Kunci:
teori akademis, praktik sosial, pendidikan tinggi, relevansi pendidikan, mahasiswaAbstrak
Kesenjangan antara teori akademik dan kebutuhan praktik sosial mahasiswa merupakan salah satu persoalan yang semakin mencuat dalam dunia pendidikan tinggi Indonesia. Mahasiswa menghadapi tuntutan untuk menguasai konsep teoretis yang kompleks, sementara realitas sosial di masyarakat menuntut keterampilan praktis, kemampuan kolaborasi, dan pemecahan masalah yang bersifat langsung. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab terjadinya kesenjangan tersebut, mulai dari orientasi kurikulum, budaya akademik, hingga dinamika sosial yang berkembang. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, artikel ini menggali pandangan tokoh pendidikan seperti John Dewey, Paulo Freire, Ki Hajar Dewantara, dan teori relevansi pendidikan era abad ke-21. Temuan menunjukkan bahwa pendidikan tinggi cenderung menekankan teori yang abstrak dan kurang mengakomodasi pengalaman lapangan, sehingga banyak mahasiswa kesulitan mengintegrasikan ilmu dengan kebutuhan komunitas. Penelitian ini menegaskan pentingnya pembelajaran berbasis proyek, model partisipatif, dan kolaborasi multi-stakeholder sebagai upaya menjembatani kesenjangan. Artikel ini diharapkan memberikan kontribusi bagi pembaruan pedagogi ke arah yang lebih responsive terhadap kebutuhan sosial dan perkembangan zaman.Unduhan
Diterbitkan
2026-05-30
Cara Mengutip
Muhamad Naufal Aqil, & Nur Khasanah. (2026). Kesenjangan antara Teori Akademik dan Kebutuhan Praktik Sosial Mahasiswa. Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Amin, 3(1), 24–28. https://doi.org/10.54723/jpai.v3i1.507
Terbitan
Bagian
Articles