Implementasi Kurikulum Merdeka di SDIT Hasan Sanusi
DOI:
https://doi.org/10.54723/jpai.v3i1.591Kata Kunci:
Kurikulum Merdeka, Sekolah Dasar Islam Terpadu, Pendidikan Islam, Pembelajaran Berbasis Proyek, Profil Pelajar PancasilaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT Hasan Sanusi Catakgayam Mojowarno) pada tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan analisis dokumen yang melibatkan guru, pimpinan sekolah, peserta didik, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka dilaksanakan secara bertahap dan terstruktur dengan mengintegrasikan Profil Pelajar Pancasila dan nilai-nilai Islam, seperti tauhid, akhlak, dan tahfidz Al-Qur’an. Pembelajaran berbasis proyek (P5) diterapkan secara kontekstual dan mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik serta penguatan karakter Islami. Faktor pendukung meliputi pelatihan guru, komitmen kepemimpinan sekolah, dan ketersediaan sarana prasarana, sedangkan faktor penghambat mencakup keterbatasan anggaran, rendahnya keterlibatan sebagian orang tua, serta tantangan adaptasi guru dalam pengembangan modul ajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kurikulum Merdeka berpotensi memperkuat pendidikan Islam apabila diimplementasikan secara fleksibel dan kontekstual. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis bagi kajian implementasi kurikulum dan rekomendasi praktis bagi sekolah Islam dalam menghadapi reformasi kurikulum nasional.