Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Bermain Platisin Pada Anak Usia 4-5 Tahun
DOI:
https://doi.org/10.54723/ejpaud.v3i1.75Kata Kunci:
bermain platisin, motorik halus, anak usia diniAbstrak
Kajian ini bermaksud mendorong keterampilan motorik halus anak dengan menggunakan metode bermain plastisin pada anak TKIT Anak Sholeh Praya dalam penelitian merupakan classroom action research (PTK) adapun subjek yang telah diteliti adalah: pesertaanak didik kelompok belajar Kelas A yang berjumlah 27 Siswa peserta didik 14 perempuan 13 laki laki di TK IT Anak Sholeh Praya. Penelitian ini menggunakan metode yang aplikasikan dalam memperoleh dan memproses data menggunakan hasil karya, observasi dan dokumentasi. Riset yang peneliti agendakan yakni dalam proses dua siklus masing-masingdi laksanakan serentak 1 pertemuan. Prosedural dalam riset ini ada 4 tahapan yaitu perencanaan(planning, pelaksanaan tindakan(action), pengamatan (observasi ) dan pemikiran, citra diri (refleksi.) Dalam classroom action research PTK ini digunakan pengumpulan data yaitu data kualitatif. Melalui penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan secara signifikan terhadap kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan bermain plastisin. Dari setiap pase perlakuan siklus motorik halus anak mengalami peningkatan dari pra siklus I ke siklus II. Dalam penelitian yang dilakukan adanya perkembangan kemampuan anak secara signifikan, hal tersebut bisa di lihat dari hasil prosentase sebelum dan setelah dalam bermain plastisin yaitu mencapai 57 % pada siklus 1 dan anak mampu melakukannya. Dengan baik sehingga mencapai 76 % pada siklus II. Hal ini menunjukan adanya peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan bermain plastisin Berkembang sangat Baik (BSB), Jadi intisarinya dari riset ini adalah program agenda atau kegiatan membentuk menggunakan plastisin dapat meningkatkan kemampuan motorik halus pada kelas A usia 4-5 tahun di TKIT Anak Sholeh Praya.
Referensi
Puspita, L., & Umar, M. Y. (2020). Perkembangan Motorik Kasar dan Motorik Halus Ditinjau Dari Pengetahuan Ibu Tentang Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia 4-5 Tahun. Wellness And Healthy Magazine, 2(1), 121–126. https://doi.org/ 10.30604/well.80212020
Sumantri, M.syarif, dkk. (2020). Metode Pengembangan Fisik. Banten:Universitas Terbuka.
Suriantosa, Fransisca Anggraeni suryaningsih, dn Nimade ayu, dan Endah P, Christiani. 2016. Meningkatkan Kemampuan Mororik Halus melalui Playdough. Jurnal Penelitian.23
Setiawan, Deni, dkk. (2022). Analisis Kegiatan Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini. Banten: Universitas Terbuka
Wardani, IG.A.K & Wihardit, Kusmaya. (2022). Penelitian Tindakan Kelas. Banten: Universitas Terbuka.
Wulandari, Fitrianti, 2020. Pengaruh permainan Eksplorasi Play Dough. Jurnal Anak Usia Dini. 60-61
Kamala, Candra.(2020). Kajian Wacana Meningkatkan Motorik Halus anak Melalui Kegiata Bermain Platisin Pada Anak Usia 5-6 Tahun. JEICE. 36-37
Wati, Yolanda, Amalia (2022). Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Bermain Plastisin Pada Anak Usia 4-5 Tahun Di Taman Penitipan Anak (TPA), JOTE. 31-42
Rohmah, Gading, (2021), Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui Bermain Plastisin. Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru. 144-149
Sabilla, (2022), Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Kreatifitas Bermain Plastisin Di TK Darul Falah. Jurnal Ilmiah Cahaya Paud. 44-55.







