Program Pemberantasan Buta Huruf Aksara Arab (Huruf Hijaiyah) dan Indonesia di Dusun Karang Kurian Barat Desa Kediri Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat
DOI:
https://doi.org/10.54723/jpa.v4i1.26Kata Kunci:
program pemberantasan, buta huruf aksara arab (huruf hijaiyah), dan IndonesiaAbstrak
Pengabdian ini bertujuan untuk menjadikan Masyarakat dusun karang kuripan barat desa kediri kecamatan kediri kabupaten Lombok barat ’melek aksara’ bahasa Indonesia, dan bahasa Arab. Masyarakat diharapkan dapat membaca dengan baik aksara Bahasa Indonesia agar dengan mudah mendapat informasi terkait dengan potensi daerah melalui berbagai artikel, buku dan sumber lainnya. Sebagai media untuk memahami agama pengajaran bahasa Arab dalam hal ini belajar membaca kitab suci Al-Qur’an merupakan kewajiban masyarakat desa Molantadu yang 100% adalah beragama Islam. Kegiatan pengabdian ini menerapkan metode-metode belajar yang berbeda disesuaikan dengan sasaran masing-masing kegiatan. Pemberantasan aksara bahasa Indonesia dan Arab metode Iqra yang digunakan adalah “door to door teacher”. Dengan metode ini, masyarakat dengan rentang usia 30-50 tahun yang buta aksara Indonesia diharapkan tidak malu untuk belajar dikarenakan usia mereka serta tempat dan teman belajar yang hanya tetangga mereka itu sendiri. Metode melek aksara bahasa Indonesia yakni “membaca dengan tanda baca”. Dalam kegiatan ini anak usia sekolah dasar kelas 4, 5, dan 6 akan diajarkan bahasa Indonesia sesuai dengan kebutuhan belajar mereka namun menggunakan berbagai metode belajar yang cepat dan mudah serta media pembelajaran yang menyenangkan terkait topik penggunaan ‘tanda baca’ yang baik dan benar. Melek aksara bahasa Arab akan menggunakan metode “IQRA”. Metode ini lebih mudah digunakan untuk belajar membaca bahasa Arab karena suku kata yang digunakan untuk pengenalan hurufnya menggunakan bahasa Indonesia. Sehingga setiap orang yang lancar membaca bahasa Indonesia maka akan sangat mudah untuk belajar membaca bahasa Arab dengan menggunakan metode ini. Kegiatan melek aksara bahasa arab ini telah bekerja sama dengan Tempat Pengajian Al-Quran (TPQ) setempat. Dengan metode-metode belajar yang berbeda ini maka peserta pengabdian belajar untuk dapat menghadapi setiap lapisan masyarakat sebagai mitra yang baik ketika mereka kembali ke kampung halaman masing-masing. Juga dengan system berbasis dasawisma, yakni pemebalajaran secara berkelompok sesuai dengan dasawisma warga atau per sepuluh rumah tangga untuk setiap kelompoknya. Hal ini telah memudahkan pelaksanaan program serta dapat bersentuhan langsung dengan sasaran program.
Referensi
Badan Pusat Statistik (BPS) Desa Kediri Kabupaten Lombok Barat. 2022. Penduduk Akhir Tahun 2022 Kecamatan Kediri.BPS Kabupaten Lombok barat.
Direktorat Pendidikan Masyarakat, Dirjen Pendidikan Luar Sekolah, Departemen Pendidikan Nasional. 2006. Pedoman Pelaksanaan: Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dan Pemberantasan Buta Aksara. Jakarta.
Djudju Sudjana. 2006. Evaluasi Program Pendidikan Luar Sekolah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. H.B. Sutopo. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif Dasar Teori dan Terapannya dalam Penelitian. Surakarta: UNS Press.
Hadari Nawawi. 2005. Manajemen Strategik Organisasi Non-Profit Bidang Pemerintahan (dengan Ilustrasi di Bidang Pendidikan). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
J. Salusu. 1998. Pengembangan Keputusan Strategik untuk Organisasi Publik dan Organisasi NonProfit. Jakarta: PT. Gramedia.
Moh. Nazir. 1988. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Pariata Westra.1983. Manajemen Pembangunan Daerah. Jakarta: Ghalia Indonesia.








