Optimalisasi Sampah Melalui Teknologi Biopori di Kelurahan Kota Besi Hilir
DOI:
https://doi.org/10.54723/jpa.v3i1.272Kata Kunci:
biopori, sampah, promosi, kelurahan besi hilirAbstrak
Dalam pengelolaan sampah, praktik umum yang dilakukan di banyak desa masih berfokus pada penimbunan sampah yang kemudian dibuang ke tempat pembuangan akhir. Selain itu, pembakaran sampah sering dijadikan alternatif untuk mengurangi volume sampah yang ada. Namun, metode ini menyebabkan dampak lingkungan yang negatif seperti meningkatnya polusi udara dan kerusakan tanah di sekitar area desa. Artikel ini, dengan judul "Optimalisasi Sampah Melalui Teknologi Biopori Di Kelurahan Kota Besi Hilir", akan menguraikan bagaimana teknologi biopori bisa menjadi solusi efektif dalam menangani isu pengelolaan sampah di kelurahan tersebut. Teknologi biopori bekerja dengan cara mempercepat proses penguraian sampah dan mengubahnya menjadi pupuk kompos yang bermanfaat untuk petani dan masyarakat setempat. Pendekatan yang diterapkan dalam proyek ini terdiri dari dua fase: pertama, pendekatan persuasif, yang melibatkan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran dan ketertarikan masyarakat mengenai lubang biopori; kedua, pendekatan praktis, di mana mahasiswa terlibat langsung dalam proses pembuatan lubang biopori. Dari hasil pelaksanaan kegiatan ini, telah dipasang satu lubang biopori sebagai contoh yang dapat diadopsi dan dikembangkan lebih lanjut oleh masyarakat. Selain itu, dihasilkan pupuk organik padat yang dapat digunakan oleh petani, serta telah terjadi perubahan pola pikir dalam cara masyarakat mengelola sampah mereka.
Referensi
Anonymous, Tata Cara Teknik Operasional Pengelolaan Sampah Perkotaan SNI 19 - 2454 - 2002, Jakarta, Indonesia, 2002.
Badan Pusat Statistik (BPS), Statistik Lingkungan Hidup Indonesia Environment Statistic of Indonesia 2017, Jakarta, 2017. [Online]. Available: https://unstats.un.org/unsd/environment/Compendia/Statistik_Lingkungan_Hidup_Indonesia_2017.pdf
S. Wahyono, "Analisis Efektivitas Konsep Pengelolaan Sampah Organik Melalui Teknologi Komposting (Studi Kasus di Kota Probolinggo, Jawa Timur)," Teknologi Lingkungan, vol. 17, no. 1, pp. 37–44, 2016. [Online]. Available: http://ejurnal.bppt.go.id/index.php/JTL/article/viewFile/1463/1255
H. Bahar, "Efektivitas Manajemen Penanganan Sampah Pada Wilayah Perkotaan dengan Konsep Sistem Informasi Manajemen Berbasis Database," Progresif, vol. 4, no. 1, pp. 365–430, 2008. [Online]. Available: http://ojs.stmikbanjarbaru.ac.id/index.php/progresif/article/view/67
P. Hariyono, S. Suciarto, V. Kusdiartini, and E. E. Listiati, "Kesadaran Pemilahan Sampah Rumah Tangga Pada Masyarakat Kota Semarang dan Yogyakarta," Sari Kajian Jurnal, vol. 15, no. 1, pp. 59–66, 2013. [Online]. Available: https://www.neliti.com/publications/221466/kesadaran-pemilahan-sampah-rumah-tangga-pada-masyarakat-kota-semarang-dan-yogyakarta
Tim IPB Biopori, Biopori Teknologi Tepat Guna Ramah Lingkungan, Bogor: IPB Press, 2009.
I. N. Ismael, Peran Lubang Resapan Biopori dalam Sistem Penanganan Sampah Rumah Tangga, Bandung: Polban Press, 2013.
Y. Fitria, Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Cair Industri Perikanan Menggunakan EM4 (Effective Microorganism 4), Skripsi, Bogor: Institute Pertanian Bogor, 2008.
K. R. Brata and A. Nelistya, Lubang Resapan Biopori, Edisi 1, Jakarta: Jakarta Penebar Swadaya, 2008.
S. Widyastuti, "Perbandingan Jenis Sampah Terhadap Lama Waktu Pengomposan Dalam Lubang Resapan Biopori," Jurnal Teknik, vol. 11, no. 1, pp. 5-14, 2013.
K. B. S. K. Putra, I. P. K. Pramana, A. Angeline, A. A. Golung, and N. L. P. Sariani, "Pelatihan dan Pendampingan Pengelolaan Sampah Organik Melalui Biopori Di Desa Peken Belayu Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan Bali," To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 5, no. 2, pp. 337-346, 2022.
K. R. Brata and A. Nelistya, Lubang Resapan Biopori, Edisi 1, Jakarta: Jakarta Penebar Swadaya, 2008.








