Efektivitas Token Ekonomi Untuk Meningkatkan Perilaku Mengantri Pada Anak TK

Penulis

  • Rafika Febrilla Universitas Negeri Padang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54723/jpa.v3i1.293

Kata Kunci:

perilaku mengantri, token ekonomi, anak usia dini, modifikasi perilaku

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku mengantri pada anak-anak usia dini dengan menggunakan teknik token ekonomi. Target jangka pendek dari penelitian ini adalah agar anak-anak TK mampu menerapkan perilaku mengantri dalam berbagai aktivitas di sekolah, sedangkan target jangka panjangnya adalah agar perilaku mengantri dapat dipertahankan dan diterapkan di berbagai situasi di luar sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen kuasi, di mana partisipan penelitian adalah siswa TK Kemala Bhayangkari II Bukittinggi yang berusia 5-7 tahun.Pengumpulan data dilakukan melalui observasi menggunakan instrumen checklist berdasarkan teori Chairilsyah (2015). Proses penelitian terdiri dari beberapa tahapan, yaitu skrining untuk menentukan target perilaku, pengambilan baseline selama tujuh hari untuk mengukur perilaku awal, dan pemberian intervensi dengan teknik token ekonomi. Token yang digunakan berupa stiker berbentuk bintang, yang diberikan kepada siswa sebagai penguat setelah mereka menunjukkan perilaku mengantri yang sesuai. Data yang diperoleh dianalisis untuk mengevaluasi efektivitas teknik token ekonomi dalam meningkatkan perilaku mengantri.Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik token ekonomi efektif dalam meningkatkan perilaku mengantri pada anak-anak TK. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti pentingnya pemberian penguat yang konsisten untuk mendorong perubahan perilaku yang berkelanjutan. Teknik ini dapat diadaptasi untuk berbagai situasi yang melibatkan anak-anak usia dini dalam pembelajaran perilaku sosial.

Referensi

Anita. (2019). Pengembangan Nilai Karakter Budaya Antri Melalui Kartu Angka Di Loket Tayyo Pada Anak Usia Dini KB. Ar Rayyan Parung Bogor.Jurnal Pendidikan Dompet Dhuafa, 9(1), 27–33.

Aziz, N. A. A., & Yasin, M. H. M. (2018). Token economy to improve concentration among students with learning disabilities in primary school. Journal of ICSAR, 2(1), 32-36.

Chairilsyah, D. (2015). Metode Dan Teknik Mengajarkan Budaya Antri Pada Anak Usia Dini. Jurnal Educhild: Pendidikan dan Sosial, 4(2), 79-84.

Doll, C., McLaughlin, T. F., & Barretto, A. (2013). The token economy: A recent review and evaluation. International Journal of basic and applied science, 2(1), 131-149.

Fagundes, D. (2017). The social norms of waiting in line. Law & Social Inquiry, 42(4), 1179-1207.

Feldman, R. (2012). Pengantar Psikologi. Jakarta: Salemba Humanika.

Fiah, R. El. (2017). Bimbingan dan Konseling Anak Usia Dini. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Hidayah, Z., Hartati, & Herliswanny. (1996). Sikap Budaya Antri Masyarakat Kota Yogyakarta. Jakarta: CV Bupara Nugraha

Jihan Suci Ramadhani., Prima Aulia. (2020). Keunggulan Token Economy untuk Meningkatkan Perilaku Antri pada Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Tambusai. Vol.4(2) Hal 1111-1119.

Kazdin, A. E. (1982). The token economy: A decade later. Journal of applied behavior analysis, 15(3), 431-445.

Maister, D. H. (1984). The psychology of waiting lines (pp. 71-78). Boston: Harvard Business School.

Mardiana, L. D. (2019). Meningkatkan Budaya Tertib Antre Pada Anak Kelompok B Melalui Teknik Modeling. Pendidikan Guru PAUD S-1, 8(6), 507-520.

Martin, G., & Pear, J. J. (2019). Behavior modification: What it is and how to do it. Routledge.

McLaughlin, T. F., & Williams, R. L. (1988). The token economy in the classroom. In J. C. Witt, S. N. Elliot, & F. M. Gresham (Eds.). Handbook of behavior therapy in education (pp. 469-487). New York, NY: Plenum.

Miller, P. M., & Drennen, W. T. (1970). Establishment of social reinforcement as an effective modifier of verbal behavior in chr⁶onic psychiatric patients. Journal of Abnormal Psychology, 76(3p1), 392.

O’Leary KD, Drabman R. (1971). Token reinforcement programs in the classroom: A review. Psychological Bulletin. 1971;75(6):379–398.

Ormrod, J. (2008). Psikologi Pendidikan. Penerbit Erlangga: Jakarta.

Rafaeli, A., Barron, G., & Haber, K. (2002). The effects of queue structure on attitudes. Journal of service research, 5(2), 125-139.

Rahma, R. (2013). Penerapan Token Ekonomi Untuk Meningkatkan Atensi dalam Mengerjakan Tugas pada Anak ADHD. Jurnal Sains dan Praktik Psikologi: UMM.

Rakimahwati. (2012). Model Pembelajaran Sambil Bermain pada Pendidikan Anak Usia Dini. Padang: UNP Press.

Sansosti, F. J., & Powell-Smith, K. A. (2006). Using social stories to improve the social behavior of children with Asperger syndrome. Journal of positive behavior interventions, 8(1), 43-57.

Santrock, J. W. (2012). Life Spam Development (Perkembangan Masa Hidup). Jilid 1: Edisi Kelima, Penerbit Erlangga: Jakarta.

Soekadji, S. (1983). Modifikasi perilaku: Penerapan sehari-hari dan penerapan profesional. Yogyakarta: Liberty

Sunyaev, A., Kannengießer, N., Beck, R., Treiblmaier, H., Lacity, M., Kranz, J. & Luckow, A. (2021). Token economy. Business & Information Systems Engineering, 63(4), 457-478.

Suryana, D. (2013). Pendidikan Anak Usia Dini. Padang: UNP Press.

Suryana, D. (2018). Pendidikan Anak Usia Dini Stimulasi & Aspek Perkembangan Anak. Jakarta: Prenada Media Group.

Unduhan

Diterbitkan

2025-01-23

Cara Mengutip

Rafika Febrilla. (2025). Efektivitas Token Ekonomi Untuk Meningkatkan Perilaku Mengantri Pada Anak TK. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Al-Amin, 3(1), 84–100. https://doi.org/10.54723/jpa.v3i1.293

Terbitan

Bagian

Articles