Hubungan Teori Fraud Hexagon Sebagai Pendeteksi Kecurangan Laporan Keuangan Pada Perusahaan Kelapa Sawit Yang Terdaftar di BEI

Penulis

  • Tefanny Universitas Esa Unggul
  • Wawan Andang Saputra Universitas Esa Unggul

DOI:

https://doi.org/10.54723/jpa.v3i2.439

Kata Kunci:

Fraud Hexagon, Beneish M-Score, kecurangan laporan keuangan, akrual, perusahaan kelapa sawit

Abstrak

Fenomena kecurangan laporan keuangan masih menjadi isu penting dalam dunia bisnis, termasuk pada sektor perkebunan kelapa sawit yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini berupaya mengulas peran elemen Fraud Hexagon dalam menjelaskan potensi terjadinya kecurangan laporan keuangan pada periode 2019–2023. Fraud Hexagon menekankan enam aspek utama, yaitu tekanan eksternal, lemahnya pengawasan, rasionalisasi, pergantian direksi, koneksi politik, serta dualitas CEO. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan regresi logistik, sementara Beneish M-Score dipilih sebagai alat deteksi manipulasi laporan keuangan. Sampel penelitian terdiri dari 17 perusahaan selama lima tahun pengamatan, sehingga menghasilkan total 85 data observasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa hanya rasionalisasi yang diukur melalui total akrual terhadap aset (TATA) yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan. Sebaliknya, variabel lain seperti leverage, keberadaan komisaris independen, pergantian direksi, koneksi politik, dan dualitas CEO tidak menunjukkan pengaruh berarti. Temuan ini menegaskan bahwa praktik manajemen laba berbasis akrual patut dijadikan indikator penting dalam mendeteksi potensi kecurangan, terutama pada industri perkebunan kelapa sawit di Indonesia.

Referensi

A. Kurniawan and R. Trisnawati, Hexagon Fraud dalam Mendeteksi Fraudulent Financial Statement. ACFE, 2022.

A. N. Putra and A. Dinarjito, “The Effect of Fraud Pentagon and F-Score Model in Detecting Fraudulent Financial Reporting in Indonesia,” J. Ilm. Akunt. dan Bisnis, vol. 16, no. 2, p. 247, 2021, doi: 10.24843/jiab.2021.v16.i02.p05.

C. K. Dewi and A. Yuliati, “Pengaruh Fraud Hexagon Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan: Studi Empiris Pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEI,” J. Ris. Terap. Akunt., vol. 6, no. 2, pp. 115–128, 2022, doi: 10.5281/zenodo.7262498.

C. Preicilia, I. Wahyudi, and A. Preicilia, “Analisa Kecurangan Laporan Keuangan dengan Perspektif Teori Fraud Hexagon,” J. Ilm. Akunt. dan Keuang., vol. 5, no. 3, 2022, doi: https://journal.ikopin.ac.id/index.php/fairvalue.

F. Maharani and N. Napisah, “Pengaruh Elemen Fraud Hexagon Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan,” Owner, vol. 8, no. 4, pp. 4850–4864, 2024, doi: 10.33395/owner.v8i4.2482.

F. Jannah, Fraud Hexagon Theory dalam Mendeteksi Kecurangan Laporan Keuangan. STIESIA Surabaya, 2023.

G. L. Vousinas, “Advancing theory of fraud: The S.C.C.O.R.E,” Model. J. Financ. Crime, vol. 26, no. 1, pp. 372–381, 2019, doi: 10.1108/JFC-12-2017-0128.

M. B. Barezki, L. L. Fuadah, and A. Yulianita, “Relevansi Fraud Hexagon Theory Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Pada Sektor Perbankan di Indonesia Tahun 2017–2021,” J. Inform. Ekon. Bisnis, vol. 5, no. 3, pp. 927–931, 2023, doi: 10.37034/infeb.v5i3.650.

M. Loen, “Teori Fraud Hexagon Model pada Kecurangan Laporan Keuangan,” J. Akunida, vol. 9, no. 2, pp. 118–127, 2023, doi: 10.30997/jakd.v9i2.11316.

M. Rizkiawan and S. Subagio, “Analisis Fraud Hexagon dan Tata Kelola Perusahaan Atas Adanya Kecurangan Dalam Laporan Keuangan,” Integritas J. Antikorupsi, vol. 8, no. 2, pp. 269–282, 2023, doi: 10.32697/integritas.v8i2.909.

N. N. A. Suryandari, I. K. Yadnyana, D. Ariyanto, and N. M. A. Erawat, “Determinant of Fraudulent Behavior in the Indonesian Rural Bank Sector Using the Fraud Hexagon Perspective,” Banks Bank Syst., vol. 18, no. 4, pp. 181–194, 2023, doi: 10.21511/BBS.18(4).2023.16.

O. Zea Sabrina, F. Fachruzzaman, P. Puspa Midiastuty, and E. Suranta, “Pengaruh Koneksitas Organ Corporate Governance, Ineffective Monitoring dan Manajemen Laba Terhadap Fraudulent Financial Reporting,” J. Akunt. Keuang. dan Manaj., vol. 1, no. 2, 2020, doi: 10.35912/jakman.v1i2.11.

T. Achmad, I. Ghozali, and I. D. Pamungkas, “Hexagon Fraud: Detection of Fraudulent Financial Reporting in State-Owned Enterprises Indonesia,” Economies, vol. 10, no. 1, 2022, doi: 10.3390/economies10010013.

T. M. Kuang and E. Natalia, “Pengujian Fraud Triangle Theory Dalam Menjelaskan Kecurangan Laporan Keuangan Menggunakan Beneish M-Score,” Owner, vol. 7, no. 2, pp. 1752–1764, 2023, doi: 10.33395/owner.v7i2.1296.

Z. Anshor and B. Witono, “Analisis Fraud Hexagon Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan (Studi Empiris Pada Perusahaan LQ 45 Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2018–2022,” YUME J. Manag., vol. 7, no. 1, 2024.

Unduhan

Diterbitkan

2025-07-30

Cara Mengutip

Tefanny, & Wawan Andang Saputra. (2025). Hubungan Teori Fraud Hexagon Sebagai Pendeteksi Kecurangan Laporan Keuangan Pada Perusahaan Kelapa Sawit Yang Terdaftar di BEI. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Al-Amin, 3(2), 235–248. https://doi.org/10.54723/jpa.v3i2.439

Terbitan

Bagian

Articles