Edukasi Penggunaan Obat yang Aman dan Tepat untuk Meningkatkan Pengetahuan Swamedikasi Masyarakat di Desa Berinding

Penulis

  • Alfia Rizki Zuliana Universitas Muhammadiyah Mataram, Indonesia
  • Eryona Azizun Rosyida Universitas Muhammadiyah Mataram, Indonesia
  • Aliya Dahmawanti Universitas Muhammadiyah Mataram, Indonesia
  • Giska Febriana Safitri Universitas Muhammadiyah Mataram, Indonesia
  • Erika Aprilia Putri Universitas Muhammadiyah Mataram, Indonesia
  • Nesya Purmi Universitas Muhammadiyah Mataram, Indonesia
  • Aqilla Sabrina Universitas Muhammadiyah Mataram, Indonesia
  • Baiq Mariana Puspita Wardani Universitas Muhammadiyah Mataram, Indonesia
  • Rani Putri Sejahtera Universitas Muhammadiyah Mataram, Indonesia
  • Putra Dodi Maulana Universitas Muhammadiyah Mataram, Indonesia
  • Lalu Adrian Saputra Universitas Muhammadiyah Mataram, Indonesia
  • Muh Ari Hamzani Universitas Muhammadiyah Mataram, Indonesia
  • Eko Arya Juliyanto Universitas Muhammadiyah Mataram, Indonesia
  • Lalu Rama Pranata Kusuma Universitas Muhammadiyah Mataram, Indonesia
  • Putra Pangeran Bahari Universitas Muhammadiyah Mataram, Indonesia
  • Ariadin Universitas Muhammadiyah Mataram, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54723/jpa.v4i2.709

Kata Kunci:

Edukasi, Obat rasional, Keamanan obat, Swamedikasi

Abstrak

Swamedikasi adalah upaya di mana seseorang menangani sendiri penyakit ringan atau keluhan kesehatan menggunakan obat-obatan tanpa resep dokter. Meskipun memiliki kemudahan dan efisiensi, swamedikasi yang dilakukan tanpa pengetahuan yang memadai dapat menimbulkan kesalahan terkait pemilihan obat, dosis, cara pemberian, penyimpanan, dan pembuangan obat, serta keterlambatan dalam mencari bantuan medis profesional. Kegiatan sosialisasi dan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman, tepat, dan bertanggung jawab. Kegiatan dilaksanakan di Kantor Desa Berinding, Kecamatan Kopang sebagai bagian dari program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 34 Universitas Muhammadiyah Mataram. Sebanyak 28 peserta, yang terdiri dari masyarakat usia dewasa dan lanjut usia, menghadiri acara tersebut. Program ini mencakup penilaian awal melalui pretest, pemaparan materi yang interaktif, sesi diskusi dan tanya jawab, serta penilaian akhir melalui posttest. Materi yang disampaikan meliputi manfaat dan risiko swamedikasi, prinsip penggunaan obat yang benar, metode DAGUSIBU, penggunaan antibiotik yang rasional, serta tanda-tanda peringatan yang memerlukan penanganan medis profesional. Rata-rata nilai peserta meningkat dari 52,50 pada pretest menjadi 91,07 pada posttest. Adanya peningkatan pada nilai posttest menunjukkan peningkatan pengetahuan setelah pemberian materi. Sosialisasi ini merupakan langkah awal untuk meningkatkan literasi penggunaan obat di tengah masyarakat.

Referensi

World Health Organization, WHO guideline on self-care interventions for health and well-being, 2022 revision. Geneva: World Health Organization: World Health Organization (WHO), 2022. Accessed: Aug. 19, 2026. [Online]. Available: https://iris.who.int/server/api/core/bitstreams/ebbf577b-d3ff-4a81-b0d9-bdf3b1e9f2ac/content

E. Efayanti, T. Susilowati, I. Nur, I. Program, and S. S. Keperawatan, “Hubungan Motivasi dengan Perilaku Swamedikasi,” Jurnal Penelitian Perawat Profesional, vol. 1, no. 1, pp. 21–32, Nov. 2019, [Online]. Available: http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP

M. Behzadifar et al., “Prevalence of self-medication in university students: Systematic review and meta-analysis,” 2020, World Health Organization. doi: 10.26719/emhj.20.052.

F. Alhomoud, Z. Aljamea, R. Almahasnah, K. Alkhalifah, L. Basalelah, and F. K. Alhomoud, “Self-medication and self-prescription with antibiotics in the Middle East—do they really happen? A systematic review of the prevalence, possible reasons, and outcomes,” Apr. 01, 2017, Elsevier B.V. doi: 10.1016/j.ijid.2017.01.014.

Z. Rauf, D. P. Putra, M. Masrul, and R. Semiarty, “Knowledge, attitudes, and families practices in selecting, obtaining, using, storing, and disposing of medicines on self-medication behavior in indonesia,” Open Access Maced. J. Med. Sci., vol. 9, pp. 1570–1577, Jan. 2021, doi: 10.3889/oamjms.2021.7700.

Kurniawan, J. Posangi, and N. Rampengan, “Association between public knowledge regarding antibiotics and self-medication with antibiotics in Teling Atas Community Health Center, East Indonesia,” Medical Journal of Indonesia, vol. 26, no. 1, pp. 62–69, 2017, doi: 10.13181/mji.v26i1.1589.

I. A. Rather, B. C. Kim, V. K. Bajpai, and Y. H. Park, “Self-medication and antibiotic resistance: Crisis, current challenges, and prevention,” May 01, 2017, Elsevier B.V. doi: 10.1016/j.sjbs.2017.01.004.

Kemenkes RI, “Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2021 Tentang Pedoman Penggunaan Antibiotik,” Jakarta, 2021.

Sitti Rahimah et al., “Edukasi Penerapan DAGUSIBU pada Kelompok Mayarakat,” JURNAL ASTA Absi Masyarakat Kita, vol. 3, no. 2, pp. 139–147, Jun. 2023.

L. O. M. Andi Zulbayu, N. H. Nasir, N. Awaliyah, and R. Juliansyah, “DAGUSIBU Education (Get, Use, Save and Dispose) Medicines in Puasana Village, North Moramo District, South Konawe Regency,” Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat, vol. 2, no. 2, pp. 40–45, Dec. 2021, doi: 10.35311/jmpm.v2i2.29.

P. Pengelolaan et al., “DAGUSIBU Drug Management Counseling (Get, Use, Save, Dispose) in Banjar Kodok Darsana, Karangasem Regency,” JAI: Jurnal Abdimas ITEKES Bali, vol. 1, no. 1, pp. 41–45, 2021.

M. Dwi Pratiwi et al., “Pendampingan Apoteker dalam Meningkatkan Literasi Belanja Obat Bebas dan Suplementasi di E-Commerce bagi IRT Desa Duwet, Kediri,” ADIMASKA (Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan), vol. 2, no. 2, pp. 142–148, 2026.

W. P. Wijaya and T. Yulianti, “Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Swamedikasi Masyarakat Pengunjung Di Empat Apotek Kabupaten Boyolali,” Usadha: Journal of Pharmacy, vol. 2, no. 2, 2023, [Online]. Available: https://jsr.lib.ums.ac.id/index.php/ujp

Y. Pratiwi, A. Rahmawaty, R. Islamiyati, S. Cendekia, and U. Kudus, “Peranan Apoteker Dalam Pemberian Swamedikasi Pada Pasien BPJS,” Jurnal Pengabdian Kesehatan STIKES Cendekia Utama Kudus, vol. 3, no. 1, pp. 65–72, 2020, [Online]. Available: http://jpk.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id

G. Kazemioula, S. Golestani, S. M. A. Alavi, F. Taheri, R. G. Gheshlagh, and M. H. Lotfalizadeh, “Prevalence of self-medication during COVID-19 pandemic: A systematic review and meta-analysis,” Front. Public Health, vol. 10, pp. 1–6, Nov. 2022, doi: 10.3389/fpubh.2022.1041695.

P. S. Wulandini, D. Panjaitan, and Sukarni, “Faktor-Faktor Pendorong Perilaku Swamedikasi Tanpa Resep Dokter Oleh Masyarakat di Kelurahan X Pekanbaru Tahun 2024,” Jurnal Menara Medika, vol. 7, no. 1, pp. 59–69, 2024, Accessed: Aug. 19, 2026. [Online]. Available: https://jurnal.umsb.ac.id/index.php/menaramedika/index

Kemenkes RI, “Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek,” Jakarta, 2016.

P. : Jurnal et al., “Swamedikasi Obat: Studi Kualitatif Pelaksanaan Pelayanan Swamedikasi di Apotek Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2023,” PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, vol. 8, no. 1, pp. 301–329, Apr. 2024.

Departemen Kesehatan RI, “Pedoman Penggunaan Obat Bebas-Bebas Terbatas,” 2007.

G. Nepal and S. Bhatta, “Self-medication with Antibiotics in WHO Southeast Asian Region: A Systematic Review,” Cureus, Apr. 2018, doi: 10.7759/cureus.2428.

H. Karuniawati, S. Suryawati, S. A. S. Sulaiman, T. Taufik, W. I. Ismail, and M. S. Hossain, “Practice and associated factors determination of self-medication with antibiotics among community residents in Boyolali, Indonesia: A cross-sectional study,” J. Appl. Pharm. Sci., vol. 13, no. 8, pp. 227–235, Aug. 2023, doi: 10.7324/JAPS.2023.104931.

N. Oktaviani, “Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Swamedikasi Obat Analgesik di Dusun Pondok Buak,” Jurnal Ganec Swara, vol. 18, no. 2, pp. 1029–1038, Jun. 2024, [Online]. Available: http://journal.unmasmataram.ac.id/index.php/GARA

A. P. Setiadi, Y. I. Wibowo, E. Setiawan, I. Mulyono, S. A. Wardhani, and B. Sunderland, “Strategies to implement community training to promote responsible self-medication in Indonesia: a qualitative study of trainers,” Int. Health, vol. 14, no. 4, pp. 398–404, Jul. 2022, doi: 10.1093/inthealth/ihz115.

T. Malasasari Siregar, B. M. Siahaan, T. Nova Enjelika, M. Endayanti Simbolon, R. Maruli Siringo-ringo, and U. Negeri Medan, “Pengaruh Pemberian Pre-Test dan Post-test pada Mata Pelajaran Matematika dalam Keberhasilan Evaluasi Pembelajaran di SMA Swasta Cahaya Medan,” Jurnal Ilmiah Multidisiplin, vol. 3, no. 1, 2023.

Unduhan

Diterbitkan

2025-07-30

Cara Mengutip

Alfia Rizki Zuliana, Eryona Azizun Rosyida, Aliya Dahmawanti, Giska Febriana Safitri, Erika Aprilia Putri, Nesya Purmi, Aqilla Sabrina, Baiq Mariana Puspita Wardani, Rani Putri Sejahtera, Putra Dodi Maulana, Lalu Adrian Saputra, Muh Ari Hamzani, Eko Arya Juliyanto, Lalu Rama Pranata Kusuma, Putra Pangeran Bahari, & Ariadin. (2025). Edukasi Penggunaan Obat yang Aman dan Tepat untuk Meningkatkan Pengetahuan Swamedikasi Masyarakat di Desa Berinding. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Al-Amin, 4(2), 124–137. https://doi.org/10.54723/jpa.v4i2.709

Terbitan

Bagian

Articles