Pengembangan Pembelajaran PAI dengan CTL Untuk Mengurangi Kenakalan Siswa
DOI:
https://doi.org/10.54723/ejpgmi.v2i1.28Keywords:
Pengembangan Pembelajaran PAI, CTL, KenakalanAbstract
Pembelajaran PAI bukan hanya mengajarkan pengetahuan tentang islam akan tetapi bagaimana membentuk kepribadian siswa agar memiliki keimanan dan ketakwaan yang kuat dan kehidupannya senantiasa dihiasi dengan akhlak yang mulia dimanapun mereka berada sehingga kenakalan siswa mampu mereka hindari, kaitannya dengan proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang dilakukan dengan menggunan model ceramah selama ini kurang efektif, siswa menjadi pasif dan monoton. Sehingga memberikan kesempatan bagi mereka untuk berperilaku tidak baik, Maka, model pembelajaran CTL merupakan salah satu model yang tepat digunakan pada pelajaran PAI, karena dalam model ini dapat menjadikan siswa belajar lebih aktif dan mandiri serta dapat menjadikan pembelajaran lebih bermakna. Maka mengembangkan pembelajaran PAI dengan model CTL menjadi salah satu cara untuk mengatasinya. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D) yang secara umum dilakukan melalui empat tahap, yaitu (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) evaluasi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 1 Banyuputih situbondo yang berjumlah 26 orang. Yang dijadikan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan angket/kuesioner, wawancara, observasi, dokumentasi dan tes.Hasil pengembangan adalah berupa produk buku panduan Guru pembelajaran PAI dengan model CTL. Dan hasil penelitian menunjukkan: (1) Pembelajaran PAI dengan model ceramah yang diterapkan di SDN 1 Banyuputih situbondo belum berhasil merubah perilaku siswa, sehingga inilah salah satu alasan peneliti mengembangkan pembelajaran PAI dengan model CTL, (2) Desain pengembangan model pembelajaran CTL dilakukan dengan studi lapangan terlebih dahulu, kemudian perencanaan produk, evaluasi berdasarkan hasil validasi ahli, dan revisi yang dilanjutkan dengan siap uji. (3) Tingkat penerapan produk dilakukan dengan uji coba terbatas terlebih dahulu yang kemudian di evaluasi dengan menggunkan pretest dan postest. Dan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah adanya perbedaan yang cukup signifikan antara pembelajaran model Ceramah dengan model CTL yang dikembangkan.
References
UU R.I .No.20 Th.2003 Tentang SISDIKNAS PP R.I. No 19/2015 & PP R.I. No 32/2013 Tentang Standar Nasional Pendidikan Serta Wajib Belajar (Bandung: Citra Umbara,2014).Cet Ke 1,6
Wina Sanjaya, 2011. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Predana Media, Cet Ke-8, H. 25
Ibrahim Dan Nana Syaodih, Perencanaan Pengajaran ,Rineka Cipta, Jakarta: 2003, H.54
Syaiful Bahri Djamarah, 2002, Psikologi Belajar, Rineka Cipta, Jakarta, H. 38
Depag. Al-Qur’an Dan Terjemahannya, (Alhidayah Surabaya, 1998), H.910
Abu Tauhied, Beberapa Aspek Pendidikan Islam, Yogyakarat, Fak.Tarbiyah IAIN Sunan Kali Jaga, 1990. Hal. 75.
Muhibin Syah, Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru, (Bandung: Rosda Karya, 2004), H 90
Syaiful Bahri Djamarah, 2002, Psikologi Belajar, Rineka Cipta, Jakarta, H. 73
Muhibin Syah, Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru, (Bandung: Rosda Karya, 2004), H 90
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan Dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1994, Edisi II)H 84
Hobri. Model-Model Pembelajaran Inovatif, (Jember: UNEJ, 2006),H.14
Muhibin Syah, Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru, (Bandung: Rosda Karya, 2004),H.58
Syamsu Yusuf LH, 1992 Psikologi Perkembangan Anak Dan Remaja, Remaja Posdaya Karya, Bandung, H. 22
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung: ALFABETA. H. 407
Nusa Putra, 2011. Research Dan Development (Penelitian Dan Pengembangan) Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. H. 67
Borg & Gall, Educational Research (Newyork Logman, 1979) Dikutip Wina Sanjaya, Penelitian Pendidikan, Cet.I (Jakarta: Kharisma Putra Utama, 2013)











