Implementasi Metode Nurul Bayan Pada Pembelajaran Tahsin Al-Qur’an
Kata Kunci:
metode nurul bayan, tahsin Al-Qur’anAbstrak
Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui implementasi metode nurul bayan pada pembelajaran tahsin Al-Qur’an di salah satu sekolah dasar Islam di Bekasi. 2) Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat metode nurul bayan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian kualitatif dengan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi dengan menggunakan analisis data collection, data reduction, data display dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: 1) Penerapan metode nurul bayan pada pembelajaran tahsin Al-Qur’an di salah satu sekolah dasar Islam di Bekasi dimulai dengan mempersiapkan materi, sebelum memulai pembelajaran peserta didik berdoa terlebih dahulu kemudian peserta didik mendengarkan bacaan Al-Qur’an diikuti dengan hukum tajwid yang ada di dalam nya setelah itu diulangi terus sampai beberapa kali kemudian peserta didik di kelompokan dan ditunjuk satu persatu untuk membaca ayat-ayat yang sudah dibacakan oleh guru setelah itu dilanjutkan dengan menulis. 2) Faktor pendukung dan penghambat metode nurul bayan faktor pendukung yaitu buku yang dipakai sangat ringkas dan mudah untuk diajarkan kepada peserta didik sedangkan faktor penghambatnya yaitu faktor usia, faktor bahasa dan faktor manajemen kelas.
Referensi
Andayani. (2015). Problematika dan aksioma dalam metodologi pembelajaran bahasa Indonesia. Jakarta: Deepublish.
Annuri. (2016). Panduan tahsin tilawah Al-Qur'an dan tajwid. Jakarta: Pustaka Al-Kaustar.
Asmani, J. M. (2013). Tips menjadi guru inspiratif, kreatif dan inovatif. Jogjakarta: DIVA press.
Bahruddin. (2010). Thoriqoh ta'lim nuur al-bayan. Ilmu bahasa dan sastra, 193- 194.
Djamarah. (2011). Psikologi belajar. Jakarta: Rineka Cipta
Hardani, & Puspita. (2013). Strategi pembelajarn terpadu. Yogyakarta: Familia. Majid. (2013). Strategi pembelajaran. Bandung: Remaja rosdakarya.
Makarim, N. (2022, April 19). Menurut Nadiem Makarim materi pelajaran harusnya ringkas sehingga mudah dipahami siswa. Retrieved Agustus 30, 2023, from Klikpendidikan: https://www.klikpendidikan.id/pendidikan/pr- 3583235186/menurut-nadiem-makarim-materi-pelajaran-harusnya- ringkas-sehingga-mudah-dipahami-siswa
Makki, S. (2023). MPR: Mengkhawatirkan 72 persen muslim Indonesia buta aksara Al-Qur'an. Indonesia: CNN Indonesia.
Moleong. (2012). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja rosdakarya.
Moleong. (2014). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Nugraha, M. (2018, Juni). Manajamen kelas dalam meningkatkan proses pembelajaran. Jurnal Tarbawi, 4, 27-44.
Oemar. (2003). Proses belajar mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Salim, & Syahrum. (2015). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Citapustaka Media.
Suardi. (2015). Belajar dan pembelajaran. Yogyakarta: Deepublish. Sudaryono. (2018). Metodologi penelitian. Depok: PT Rajagrafindo persada.
Sukmadinata. (2012). Metode penelitian pendidikan. Bandung: PT Remaja rosdakarya.
Surasman. (2008). Belajar membaca Al-Qur'an. Depok: Erlangga.
Surasman. (2008). Belajar membaca Al-Qur'an dengan metode Al-Bayan. Depok: Erlangga.
Syaiful. (2013). Pengantar Ilmu tahsin. Surakarta: Yuma Pustaka.











