Pengembangan Buku Ajar Konsep Dasar IPA Biologi Berbasis Science Process Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Kognitif Mahasiswa PGMI
DOI:
https://doi.org/10.54723/ejpgmi.v5i1.508Kata Kunci:
bahan ajar, konsep dasar ipa biologi, keterampilan proses sains, hasil belajar kognitif, mahasiswa pgmiAbstrak
Penelitian ini bertujuan menghasilkan produk berupa buku ajar Konsep Dasar IPA Biologi berbasis Science Process yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar kognitif mahasiswa PGMI. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan Plomp melalui 3 tahapan kegiatan. Subjek dalam penelitian ini dipilih menggunakan purposive sampling dengan sampel berjumlah 28 mahasiswa yang menempuh perkuliahan Materi IPA MI tahun ajaran 2024-2025. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa lembar tes keterampilan proses sains dan hasil belajar kognitif, lembar angket, dan lembar validasi. Teknik analisis data dengan melihat peningkatan keterampilan proses sains dan hasil belajar kognitif mahasiswa berdasarkan nilai pretest dan posttest yang diuji melalui skor klasikal N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahan ajar yang dikembangkan valid dengan rata-rata validitas buku ajar sebesar 3,85. Pada keterampilan proses sains diperoleh rerata nilai pretest sebesar 29,29 dan posttest sebesar 78,25 dengan persentase peningkatan sebesar 69% dan hasil belajar kognitif diperoleh rerata nilai pretest sebesar 49,58 dan posttest sebesar 75,00 dengan persentase peningkatan sebesar 50% sehingga dikatakan efektif. Hasil angket respon mahasiswa secara keseluruhan sebesar 94,71% dalam kategori sangat kuat, artinya buku ajar praktis digunakan. Sehingga, disimpulkan bahwa buku ajar Konsep Dasar IPA Biologi MI berbasis Science Process dikatakan valid, praktis, dan efektif.
Referensi
Anggraini, N., Laihat, Amizera, S., & Destiansari, E. (2022). Pengembangan Bahan Ajar Konsep Biologi Dasar IPA SD Menggunakan Pendekatan Tematik Integratif bagi Mahasiswa PGSD. Jurnal Basicedu, 6(5), 9087–9095. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i5.3387
Aulia, I., Sumah, A. S. W., & Genisa, M. U. (2023). Increasing science process skills using inquiry learning model. Jurnal Pijar MIPA, 18(3), 317–323. https://doi.org/10.29303/jpm.v18i3.4850
Br. Ginting, A. A., Darmaji, & Kurniawan, D. A. (2022). Analisis Pentingnya Keterampilan Proses Sains terhadap Kemampuan Berpikir Kritis di SMA Se-Kecamatan Pemayung. Jurnal Pendidikan MIPA, 12(1), 91–96. https://doi.org/10.37630/jpm.v12i1.542
Dangel, H. L., & Wang, C. X. (2008). Student Response Systems in Higher Education: Moving Beyond Linear Teaching and Surface Learning. Journal of Educational Technology Development and Exchange, 1(1). https://doi.org/10.18785/jetde.0101.08
Fatonah, Djumhana, & Hendriani. (2021). Penerapan Model Pembelajaran Brain Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas IV Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 6(2), 1–13. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i5.3387
Fitriyah Ika Astutik. (2023). Analisis Keterampilan Proses Sains Mahasiswa Program Studi PGMI Fakultas Tarbiyah IAI Al-Khairat Pamekasan Pada Mata Kuliah Kajian IPA MI/SD. JEMARI (Jurnal Edukasi Madrasah Ibtidaiyah), 5(1), 1–7. https://doi.org/10.30599/jemari.v5i1.2109
Hanh, H. T. M., Khue, H. T., Hai, D. M., & Hoi, D. D. (2021). Awareness of education university’s preschool students about the impact of 4.0 industrial revolution in education and role of STEM education in teaching. Journal of Physics: Conference Series, 1835(1), 0–10. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1835/1/012098
Jeenthong, T., Ruenwongsa, P., & Sriwattanarothai, N. (2014). Promoting Integrated Science Process Skills through Betta-live Science Laboratory. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 116, 3292–3296. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2014.01.750
Juniartina, P. P., & Erlina, N. (2024). Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Mahasiswa dalam Mata Kuliah Fisika Dasar Prodi S1 Pendidikan IPA. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Sains Indonesia, 7(1), 79–86. https://doi.org/https://doi.org/10.23887/jppsi.v7i1.70388
Kemendikbud. (2020). Rencana Strategis Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan 2020-2024. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset Dan Teknologi, 1–129. https://dikti.kemdikbud.go.id/
Kizilaslan, N., & Erdem, N. Z. (2019). The Effect of Different Amounts of Cinnamon Consumption on Blood Glucose in Healthy Adult Individuals. International Journal of Food Science, 2019, 1–10. https://doi.org/10.1155/2019/4138534
Lawson, H. A. (2004). The Logic of Collaboration in Education and The Human Services. Journal of Interprofessional Care, 18(3), 225–237. https://doi.org/10.1080/13561820410001731278
Oviana, W. (2013). Peningkatan Keterampilan Proses Mahasiswa Pgmi Melalui Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Pada Pembelajaran IPA MI. BIOTIK: Jurnal Ilmiah Biologi Teknologi Dan Kependidikan, 1(2), 129. https://doi.org/10.22373/biotik.v1i2.224
Sisdiknas. (2003). UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2003. UU RI NO 20 TAHUN 2003, 1, 1–42.
Tias, P. A., Istamar, S., Atmoko, A., & Duran Corebima, A. (2015). The contribution of intelligence quotient (IQ) on biology academic achievement of senior high school students in Medan, Indonesia. International Journal of Educational Policy Research and Review, 2(10), 141–147. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.15739/IJEPRR.023











