Diseminasi Pendidikan Islam Moderat Melalui Bimbingan Rohani di Rumah Sakit via Media Sosial di Jawa Timur
DOI:
https://doi.org/10.54723/ejpgmi.v3i2.586Kata Kunci:
pendidikan islam moderat, bimbingan rohani, media sosial, rumah sakit, moderasi beragamaAbstrak
Penelitian ini mengkaji diseminasi nilai-nilai pendidikan Islam moderat melalui layanan bimbingan rohani kepada pasien rumah sakit menggunakan platform media sosial selama pandemi COVID-19 di Jawa Timur. Kerentanan pasien selama sakit menciptakan peluang dan risiko terkait pengaruh ideologis keagamaan. Tujuan penelitian untuk menganalisis bagaimana pembimbing rohani rumah sakit mendiseminasikan pendidikan Islam moderat melalui YouTube, Facebook, dan Instagram sambil mempertahankan kesinambungan bimbingan di bawah protokol kesehatan pandemi. Penelitian kualitatif dengan metodologi riset kepustakaan ini meneliti konten dari RSI A Yani Surabaya dan RSI UNISMA Malang periode 2020-2021. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi menganalisis 47 video YouTube, 126 unggahan Facebook, dan 89 unggahan Instagram. Analisis mengikuti kerangka deskriptif-analitis Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan pembimbing rohani berhasil mendiseminasikan nilai-nilai pendidikan Islam moderat yang dicirikan tawassuth, ta'adul, dan tawazun melalui platform digital. YouTube muncul sebagai medium utama dengan konten mendemonstrasikan praktik Ahlus Sunnah wal Jamaah termasuk tawassul. Transformasi digital memperluas jangkauan pendidikan rohani melampaui keterbatasan fisik rumah sakit. Penelitian mengonfirmasi pentingnya memastikan orientasi ideologi moderat di kalangan personel bimbingan rohani rumah sakit.
Referensi
Abdurrohman, I., Ismail, E., & Mariyana, D. (2020). Konsep Rida Dalam Al-Qur’an Dan Hadis Serta Penerapannya Dalam Bimbingan Rohani Pasien Rumah Sakit Islam Di Jawa Barat (Telaah Deskriptif Analitik di RS Muhammadiyah Kota Bandung dan RS Al-Ihsan Kabupaten Bandung). Syifa Al-Qulub: Jurnal Studi Psikoterapi Sufistik, 5(1), 12–21.
Azra, A. (2006). Indonesia, Islam, and Democracy: Dynamics in a Global Context. Solstice Pub.
Bogdan, R. C. . & B. S. K. (2007). Qualitative Research for Education. Pearson. (Vol. 368). Allyn & Bacon Boston, MA.
Bungin, B., & Moleong, L. J. A. (2007). Jenis dan Pendekatan Penelitian. Proses Kerja Kbl Dalam Menjalankan Program Corporate Social Responsibility Di PT. Pelindo, 1.
Bunt., G. (2021). Hashtag Islam: How Cyber-Islamic Environments Are Transforming Religious Authority. In Comparative Islamic Studies (Vol. 14, Issues 1–2). The University of North Carolina Press. https://doi.org/10.1558/cis.20054
Campbell, H. A., & Evolvi, G. (2020). Contextualizing current digital religion research on emerging technologies. Human Behavior and Emerging Technologies, 2(1), 5–17. https://doi.org/10.1002/hbe2.149
Counted, V., Pargament, K. I., Bechara, A. O., Joynt, S., & Cowden, R. G. (2022). Hope and well-being in vulnerable contexts during the COVID-19 pandemic: does religious coping matter? Journal of Positive Psychology, 17(1), 70–81. https://doi.org/10.1080/17439760.2020.1832247
Creswell, J. W. (2014). A concise introduction to mixed methods research. SAGE publications.
Gooren, H. (2010). Religious conversion and disaffiliation: Tracing patterns of change in faith practices. In Religious Conversion and Disaffiliation: Tracing Patterns of Change in Faith Practices. Springer. https://doi.org/10.1057/9780230113039
Hilmy, M. (2012). QUO-VADIS ISLAM MODERAT INDONESIA? Menimbang Kembali Modernisme Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. MIQOT: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 36(2). https://doi.org/10.30821/miqot.v36i2.127
Hirschkind, C. (2012). Experiments in devotion online: The youtube khutba. International Journal of Middle East Studies, 44(1), 5–21. https://doi.org/10.1017/S002074381100122X
Koenig, H. G. (2020). Maintaining Health and Well-Being by Putting Faith into Action During the COVID-19 Pandemic. Journal of Religion and Health, 59(5), 2205–2214. https://doi.org/10.1007/s10943-020-01035-2
Lahmuddin. (2016). Konseling dan Terapi Islami. 1.
Lim, M. (2017). Freedom to hate: social media, algorithmic enclaves, and the rise of tribal nationalism in Indonesia. Critical Asian Studies, 49(3), 411–427. https://doi.org/10.1080/14672715.2017.1341188
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Analisis data kualitatif. Jakarta: UI press.
Muhajir, A. (2018). Membangun nalar Islam moderat: Kajian metodologis. Situbondo: Tanwirul Afkar, 2, 1–12.
Nisa, E. F. (2018). Social media and the birth of an Islamic social movement: ODOJ (One Day One Juz) in contemporary Indonesia. Indonesia and the Malay World, 46(134), 24–43. https://doi.org/10.1080/13639811.2017.1416758
Nurul Hidayati. (2019). Metode Bimbingan Rohani Islam. Joornal IAIN Kudus, Vol.5,(No.2,), Hlm. 210.
Pratiknya, A. W., & Sofro, A. S. M. (1986). Islam, etika dan kesehatan. Rajawali.
Puchalski, C. M., Vitillo, R., Hull, S. K., & Reller, N. (2014). Improving the Spiritual Dimension of Whole Person Care: Reaching National and International Consensus. Journal of Palliative Medicine, 17(6), 642–656. https://doi.org/10.1089/jpm.2014.9427
Qodir, Z. (2016). Intoleransi dan Radikalisme Agama. Studi Pemuda, 5(1), 150.
Riyadi, A. (2014). Dakwah Terhadap Pasien : Telaah Terhadap Model Dakwah Melalui Sistem Layanan Bimbingan Rohani Islam di Rumah Sakit. Konseling Religi : Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 5(2), 245–268.
Zulfadli, N. (2010). Infiltrasi Gerakan Hizbut Tahrir di Yogyakarta. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.











