Analisis Kemampuan Literasi Sains Dan Sosial Budaya Pada Siswa SD di Kota Mataram
Kata Kunci:
literasi sains, literasi sosial budaya, pembelajaran ipaAbstrak
Literasi sains merupakan integrasi antara sains, metode ilmiah dan cara penerapan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, keterampilan literasi sosial budaya juga menjadi perhatian, hal ini dikarenakan pentingnya literasi sosial budaya yang sangat besar, terutama dalam kehidupan masyarakat yang semakin multikultural dan kompleks seperti saat ini. Literasi sosial budaya membantu individu memahami dan menghargai keberagaman, serta membentuk sikap toleran dan inklusif. Di era globalisasi, banyak terjadi interaksi antar individu yang berlatar belakang budaya yang berbeda. Literasi ini penting agar kita dapat beradaptasi dan tetap rukun dalam perbedaan. Kemampuan literasi sains dan sosial budaya ini sangat penting untuk mendorong proses belajar yang lebih baik dalam pembelajaran sains dengan tujuan utama mendorong siswa untuk terlatih dalam memecahkan masalah sesuai dengan tuntutan abad 21. Literasi sains dan keterampilan literasi sosial budaya perlu diukur untuk memberikan gambaran awal tentang permasalahan yang ada terkait dengan keterampilan literasi sains dan sosial budaya pada siswa saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan literasi sains dan sosial budaya siswa. Penelitian ini merupakan penelitian metode campuran dengan desain eksplanatori sekuensial. Sampel penelitian adalah siswa kelas V SDN 31 Ampenan sebanyak 28 orang yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar tes literasi sains dan sosial budaya serta pedoman wawancara. Data kemampuan literasi diperoleh dari siswa sedangkan data wawancara diperoleh dari guru kelas. Teknik analisis data yang dilakukan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan tringulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa pada indikator menjelaskan fenomena ilmiah sebesar 32,2%, mengevaluasi dan merancang investigasi ilmiah sebesar 37,35% serta menafsirkan data dan bukti ilmiah yang diperoleh sebesar 30,45%. Sementara itu, data hasil literasi sosial budaya siswa pada indikator komitmen kebangsaan sebesar 28,89%, indikator toleransi sebesar 35,41% dan indikator akomodatif dan inklusif sebesar 35,70%. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains dan sosial budaya siswa masih tergolong rendah, sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan literasi sains dan sosial budaya melalui pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
Referensi
Ariska, I., & Rosana, D. (2020). Analysis of Junior High School scientific literacy skills: Domain competence on vibrations, waves and sound materials. Journal of Physics: Conference Series, 1440(1), 1–7. https://doi.org/10.1088/1742- 6596/1440/1/012094
Faisal, & Martin, S. N. (2019). Science education in Indonesia: Past, present, and future.
Asia-Pacific Science Education, 5(1), 1–29. https://doi.org/10.1186/s41029-019-0032-0
Nainggolan, V. A., Situmorang, R. P., & Hastuti, S. P. (2021). Learning Bryophyta: Improving students’ scientific literacy through problem-based learning. JPBI (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia), 7(1), 71–82.https://doi.org/10.22219/jpbi.v7i1.15220
Ntelok, Z. R. E., Resnasari, N. W. P., & Jamun, Y. M. (2022). Training Students’ Science Literacy on Biotechnology Using Science, Environmental, Technology, Society (SETS) Visioned Learning Instructional. Jurnal Basicedu, 6(3), 466–467. https://doi.org/doi.org/10.31004/basicedu.v6i3.3002 ISSN
OECD. (2023). PISA 2022 Result: The State of Learning and Equity in Education.
Paris: OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/53f23881-en
OECD. (2023). Program For International Student (PISA) 2022 Assessment and Analytical Framework. Paris: OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/dfe0bf9c- en.
Slavin, R. (2018). Educational Psychology. New York: Pearson Education.
Subaidah, T., Muharrami, L. K., Rosidi, I., & Ahied, M. (2019). Analisis Kemampuan
Sugiyono. (2019). Metodologi Penelitian Kuantitatif & Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Yusmar, F., & Fadilah, R. E. (2023). Analisis Rendahnya Literasi Sains Peserta Didik Indonesia: Hasil PISA Dan Faktor Penyebab. LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA, 13(1), 11–19. https://doi.org/10.24929/lensa.v13i1.283











