Hubungan Father Involvement dengan Psychological Well Being pada Remaja di MAN 1 Padang

Penulis

  • Tasya Maharini Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
  • Dewi Fitriana Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
  • Mardenny Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

DOI:

https://doi.org/10.54723/ejpgmi.v5i1.594

Kata Kunci:

father involvement, psychological well being, remaja

Abstrak

Psychological well-being merupakan indikator penting dalam perkembangan remaja karena berkaitan dengan kemampuan individu dalam menerima diri, menjalin hubungan positif, memiliki tujuan hidup, serta mengelola tekanan perkembangan secara adaptif. Salah satu faktor yang berperan dalam pembentukan psychological well-being remaja adalah father involvement, diyakini memiliki konstribusi penting dalam pengasuhan dan kesejahteraan psikologis remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara father involvement dengan psychological well-being pada remaja di MAN 1 Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian ini berjumlah sebanyak 269 siswa MAN 1 Padang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan skala Psychological Well-Being versi short scale dan skala father involvement. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat psychological well-being remaja berada pada kategori sedang (60%), sedangkan father involvement berada pada kategori tinggi (57%). Uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara father involvement dan psychological well-being (p < 0,05) dengan kontribusi sebesar 0,422. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi keterlibatan ayah dalam pengasuhan, semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan psikologis remaja. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran ayah dalam mendukung perkembangan psikologis remaja.

Referensi

Azwar, S. (2012). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Azwar, S. (2017). Metode Penelitian Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Badan Pusat Statistik. (2020). Statistik Kriminal 2020. Jakarta: Badan Pusat Statistik. Diakses dari.https://www.bps.go.id/id/publication/2020/11/17/0f2dfc46761281f68f11afb1/statistik-kriminal-2020.html

Erikson, Erik. 2010. Childhood and Society. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Fatimah, S., & Nuraninda, F. A. (2021). Peranan Orang Tua dalam Pembentukan Karakter Remaja Generasi 4.0. Jurnal Basicedu, 5(5), 3705–3711.

Fitriana, D., Hanurawan, F., Chusniyah, T., & Atmoko, A. (2025). An Indonesian perspective of father’s involvement in children’s education: The role of religiosity, marital satisfaction, and father’s self-efficacy. Journal of Educational, Health and Community Psychology, 14(1), 234–247.

Fitriana, D., Sepriani, W., & Tashdiqi, M. A. (2025). Pemahaman agresi remaja melalui keterlibatan ayah dan kecerdasan moral. Jurnal Penelitian Psikologi, 16(2), 67–76. https://doi.org/10.29080/jpp.v16i2.1564

Hair, J. F., Black, W. C., Babin, B. J., & Anderson, R. E. (2014). Multivariate data analysis (7th ed.). Pearson Education Limited.

Hasanuddin, & Khairuddin. (2021). Analitika Jurnal Magister Psikologi UMA Dukungan Sosial, Penyesuaian Diri dan Kesejahteraan Psikologis pada Siswa SMA Negeri 2 Binjai Sosial Support, Adjustment and Psychological 85 Well-Being in SMA Negeri 2 Binjai Students. Jurnal Magister Psikologi UMA, 13(2), 2502–4590.

Humaidah, A., & Mulyono, R. (2025). Adaptasi Psychological Well-Being Short Scale pada Mahasiswa. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan. 7(1), 141-149. https://doi.org/10.31004/edukatif.v7i1.7990

Khofifah, A. N. (2022). Pengaruh father involvement terhadap regulasi emosi remaja akhir di Kota Makassar. Jurnal Psikologi, 18(1), 45–57.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia. (2017). Ayah menjadi kunci tumbuh kembang anak. Republika.co.id.

Krejcie, R. V., & Morgan, D. W. (1970). Determining sample size for research activities. Educational and Psychological Measurement, 30(3), 607-610. https://doi.org/10.1177/001316447003000308.

Lamb, M. E. (2010). The role of the father in child development fifth editian. New Jersey: John Wiley & Sons inc.

Megawati, E., & Herdiyanto, Y. K. (2016). Hubungan antara Perilaku Prososial dengan Psychological Well-Being pada Remaja. Jurnal Psikologi Udayana, 3(1), 132–141.

Papalia, D. (2008). Human Development (Psikologi Perkembangan). Kencana Prenada Media Grup.

Priyatno, D. (2014). SPSS: Pengolahan Data Terpraktis. Yogyakarta: Andi Offset.

Pusat Informasi Kriminal Nasional Bareskrim Polri. (2025). Laporan statistik keterlibatan anak dan remaja dalam tindak pidana: 1 Januari–20 Februari 2025. Diakses dari Pusiknas.polri.go.id

Rahman, F., Syafriafdi, N., & Umari, T. (2024). Membangun Remaja Bahagia : Peningkatan Kesejahteraan Psikologis Melalui Pelatihan Pik-R Di Bumi Ayu. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat, 4, 128–135.

Ryff, C. D. (1989). Happiness is everything, or is it? Explorations on the meaning of psychological well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 57(6), 1069–1081. https://doi.org/10.1037/0022-3514.57.6.1069

Ryff, C. D. (2013). Psychological well-being revisited: Advanced in the science and practice of eudaimonia. Psychotherapy and Psychosomatics, 83(1), 10–28. https://doi.org/https://doi.org/10.1159/000353263

Sairah, S., & Chandra, A. (2022). Daycare dan Keterlibatan Ayah pada Pengasuhan Anak. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(5), 4181–4188.

Santrock, J. W. (2019). Adolence; Adolencent Psychology; Peers (17th ed.). McGraw-Hill Education.

Sumanto, M. A. (2014). Psikologi perkembangan. Jakarta: Media Pressindo.

Supini, P., Gandakusumah, A. R. P., Asyifa, N., Auliya, Z. N., & Ismail, D. R. (2024). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Mental pada Remaja. JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary, 2(1), 166–172. https://doi.org/10.57235/jerumi.v2i1.1760

Utami, R. S. (2021). Hubungan antara keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan psychological well-being pada masa dewasa muda anak perempuan. Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.

Yuliani, I. (2018). Konsep Psychological Well Being Serta Implikasinya dalam Bimbingan dan Konseling. Journal of Innovative Counseling: Theory, Practice & Research, 2(2), 51–56. https://journal.umtas.ac.id/index.php/innovative_counseling/article/view/253.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-09

Cara Mengutip

Tasya Maharini, Dewi Fitriana, & Mardenny. (2026). Hubungan Father Involvement dengan Psychological Well Being pada Remaja di MAN 1 Padang. Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Al-Amin, 5(1), 63–78. https://doi.org/10.54723/ejpgmi.v5i1.594

Terbitan

Bagian

Articles